Jumat, 16 April 2010

Bunga Di Wonosobo

Wonosobo ASRI - 17 April 2010

Bunga sedang duduk sendiri di dalam taman, menebar senyum dan pesonanya kepada siapa saja yang memandang dan melihat. Pandangan mengoda sesekali terlihat jelas, senyum sipu pun tersunging manis dibibir Bunga. Karena itu adalah alaminya Bunga. Hasrat yang terpancar dari dalam diri Bungan membuat siapa saja yang melihat, timbul gejolak hendak menyapa.Tak terhitung sudah berapa kumbang yang lihat dan sapa Bunga, namun ia dengan malunya mencoba untuk 'menutup' diri, diam tersipu. Satu dua
kumbang pun kecewa dan berlalu, jauh pergi meninggalkan Bunga.

Suatu masa, Bunga tergoda pula dengan Sang Kumbang yang menusuk dengan beribu panah rayuan dan pujian. Naluri alami Bunga yang senang dan bahagia saat terayu dan tergoda membuat Bunga akhirnya, luluh juga.

Bunga masuk ke dalam alam keindahan yang diciptakan dan ditawarkan sang Kumbang. Sang Kumbang dengan lihai dan manja membawa Bunga ke alam yang maha agung menurut Bunga. Tiada resah dan curiga merambat dalam diri Bunga. Detik demi detik ia nikmati seolah-olah semua itu tanpa akhir. Kumbang pun semakin sering memuji dan menggoda, entah apa yang ada di balik semua puji dan goda itu. Apakah puji itu tulus, apakah goda itu gurauan, juga tidak ada yang tahu.

Puji dan goda terus saja mengalir, naik semakin tinggi dalam angan Bunga. Bunga bahkan sudah lupa dengan taman dimana ia dulu sering duduk sendiri, menebarkan senyum dan pesonanya. Taman juga merasa kehilangan yang sangat dalam, tapi Bunga tidak pernah mau tau itu. Ia terus saja terhanyut jauh dalam dunia maya sang Kumbang.

Puncak cerita, tanpa tersadar tentang apa yang sudah jauh terjadi, dengan segala rayu dan goda yang terhujam, sang Kumbang mampu untuk merambati, bukan hanya batang Bunga, tapi juga kuntum sari Bunga yang baru saja hadir dan mungkin akan tumbuh dengan indah. Namun Bunga tetap saja belum tersadar dari pingsan yang ia alami selama ini. Itu pula yang membuat Kumbang semakin leluasa untuk terus merambat, naik dan semakin naik saja. Ketika sudah mendaki puncak Bunga, Kumbang pun lelah dan bosan. Fantasi alam fana yang sudah sang Kumbang ciptakan kini sudah tidak semenarik dulu, semuanya kelihatan hambar dan gersang. Pesona dan harum Bunga juga tidak segairah dulu lagi, terlebih lagi Bunga sudah tiada memiliki 'kharisma' alami sekuntum Bunga yang seharusnya ada dan yang seharusnya pula ia 'jaga'. Keindahn yang semu ini sudah tidak menantang lagi untuk diterusakan. Tanpa pesan dan kabar, sang Kumbang melangkah santai, pergi sejauh-jauhnya, dan tiada hasrat untuk melihat Bunga lagi, bahkan untuk menguucapkan 'selamat tinggal sayang'. Bunga akhirnya tercampakkan.

Seperti tersadar dari mimpi yang 'sangat indah', Bunga pada awalnya tidak bisa menerima kalau semua keindahan yang 'sejati' dimatanya ini harus berakhir begitu saja. Tapi semua itu adalah nyata dan harus diterima oleh Bunga. Namun, seperti yang sudah sering dan biasa terjadi bahwa sesal selalu datang di akhir cerita, Bunga tiada sadar kalau dalam diri telah 'tertanam' benih bunga baru, 'buah' dari petualangan yang selama ini ia lalui bersama sang Kumbang yang lari entah kemana.

Sejuta maki dan caci terucap dari bibir Bunga, menutupi segala kegalauan hati yang ada. Benih sudah tertanam dan tiada kuasa untuk merenggut hak hidup dari benih ini. Ia terus tumbuh besar, dan Bunga pun menjadi berita utama di setiap sudut taman saat ia kembali ke tempat asal ia dahulu pernah bersinar indah.

Salah siapa dan dosa siapa ini? Pertanyaan yang tidak pernah mampu dijawab Bunga selama sisa akhir hidupnya. Sang Kumbang tiada kabar berita, hilang lenyap seperti tertelan bumi, bahkan masuk ke dasarnya. Tiada perduli akan nasib Bunga yang telah ia renggut dan campakkan ke tempat 'sampah'.

Apakah ini salah Bunga yang terayu bujuk dan pesona dunia maya sang Kumbang, atau ini salah Kumbang yang tak mampu menahan gejolak hati untuk merayu dan merenggut pesona Bunga? Kepada siapa semua pertanya ini harus Bunga sampaikan? Masih adakah bunga-bunga atau kumbang-kumbang lain yang sudi mendengar keluh dan kesah Bunga? Masihkah ada rasa iba dan kasihan yang tersisa untuk Bunga? Begitu banyak pertanyaan lain yang membuat Bunga sulit untuk bernafas. Sesak didada membuat Bunga ingin segera layu dan gugur dari taman ini. Tapi apakah ini bisa mengakhiri semuanya? Atau malah ini membuat masalah menjadi lebih dan tambah parah lagi? Dan mengapa hanya Bunga saja yang harus menanggung semua ini sendiri? Dimanakh tanggungjawab Kumbang yang juga memiliki andil sehingga semua ini terjadi? Beribu bahkan berjuta pertanyaan bergelut dalam diri Bunga, tanpa ia tahu kapan dan bilakah semuanya ini bisa terjawab.

Keluh dan kesah kini sudah tiada arti lagi. Bunga sadar dan paham benar akan hal itu, karena semua ini sudah 'terlanjur' terjadi. Tapi apakah sang Kumbang juga merasa hal yang sama? Semoga saja. Bunga kembali duduk di taman itu. Namun tidak seperti dulu lagi. Kini ia tiada lagi tersenyum atau menebarkan pesonanya. Karena ia sudah tak mampu lagi untuk tersenyum, ia tak mampu lagi untuk menebar pesona karena memang ia telah kehilangan pesonanya. Namun, di hati Bunga masih terselip sedikit asa dan harapan. Bunga ingin agar apa yang telah ia alami tidak dialami oleh bunga-bunga lain yang baru saja akan tumbuh. Tebarlah pesona mu, tapi jangan terhayut karenanya. Lihatlah 'aku' yang malang ini, belajarlah dari aku. Aku akan tetap berada di taman ini kalau sewaktu-waktu ada yang ingin melihat ku lagi. Aku tak akan berhenti untuk selalu berharap, karena aku masih punya Dia yang akan selalu menjaga ku dan sayang pada ku, seperti apapun adanya aku. Taman itu kini kembali seperti semula karena memang kehidupan ini tetap harus berjalan.

Read more...

Kamis, 15 April 2010

Pemkab Wonosobo

SEMARANG (Bisnis.com): Berikut rangkuman berita dari koran yang terbit di Jawa Tengah dan Yogyakarta, di antaranya soal DPRD Salatiga kembalikan dana APBD, pilkada Semarang yang memanas, perluasan terminal Tirtonadi Solo, dan rusunawa Yogyakarta:

SALATIGA- Seluruh anggota DPRD Kota Salatiga periode 1999-2004 diminta mengembalikan ratusan juta rupiah dana APBD periode itu , yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Dana APBD tersebut diketahui dipakai tidak sesuai dengan peruntukannya, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng. Rencananya, wakil rakyat tersebut diminta hadir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga, Kamis (15 April), untuk menyelesaikan permasalahan penggunaan dana APBD itu. (Suara Merdeka)

SEMARANG- Penggiringan PNS terhadap salah satu pasangan calon, Mahfudz Ali-Anis Nugroho Widharto, yang dilakukan oleh Wali Kota Sukawi Sutarip dinilai sebagai mencederai etika politik dan demokrasi. Meski PNS memiliki hak pilih dalam Pilwalkot, netralitas dalam kegiatan penggalangan suara harus bisa dilakukan. (Suara Merdeka)

SEMARANG- Satu per satu mantan anggota DPRD Jateng periode 2004-2009 mulai mengembalikan mobil dinas (mobdin). Sekretariat DPRD (Setwan) mencatat, sampai kemarin (13 April), sudah ada enam orang yang sanggup mengembalikan aset negara itu. Jumlah tersebut ternyata belum seluruhnya, mengingat berdasar inventarisasi pihak Setwan masih ada delapan orang lagi yang masih menggunakan mobil dinas. Mereka masuk dalam daftar target pengembalian.(Suara Merdeka)

SOLO- Dana sebesar Rp15,2 miliar akan kembali digelontorkan untuk melanjutkan proyek perluasan Terminal Tirtonadi, Solo, tahun ini. Uang sebanyak itu berasal dari APBN Rp14,793 miliar serta Rp500 juta dari APBD Solo. Diprediksi, pembangunan fisik tahap II akan dimulai Juli mendatang. (Solopos).

SUKAHARJO- Pengurus DPD Partai Golkar Sukaharjo periode 2004-2009 atau disebut Golkar versi Langenharjo, Selasa (13 April) malam mendaftarkan pasangan Bambang Margono (BM)–Sumarno ke KPU Sukoharjo untuk maju dalam Pilkada. Setelah tertunda selama dua jam, KPU akhirnya menerima pendaftaran pasangan itu pukul 21.50 WIB. Keputusan itu ditetapkan KPU setelah datang Sekretaris Partai Golkar versi Langenharjo, Mujiyono.(Solopos)

SOLO- Proses pelebaran jalan Kapten Mulyadi Solo mulai memasuki tahapan inventarisasi sejumlah bangunan dan PKL yang bakal terkena dampak proyek tersebut. Sebanyak 27 bangunan milik warga di tepi jalan tersebut dipastikan bakal dibongkar sebagai dampak pelebaran jalan itu. Sebanyak 156 PKL yang berjualan di siang hari dan 38 PKL berjualan malam hari di sepanjang jalan itu juga bakal digiring ke dalam pasar-pasar.(Solopos)

YOGYAKARTA- DPRD Kota Yogya dan Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogya meninjau sejumlah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, kemarin, menemukan alih fungsi IPAL komunal menjadi kolam lele. (Harian Jogja)

YOGYAKARTA- Pemkot Yogyakarta mengidentifikasi empat lokasi potensial yang dapat didirikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Keempatnya yakni Prawirodirjan Kecamatan Gondokusuman, Rejowinangun Kecamatan Kotagede, serta Giwangan dan Sorosutan keduanya berada di Kecamatan Umbulharjo. Keempat lokasi itu diidentifikasi menjadi tempat yang paling cocok didirikan rusunawa berdasar kepadatan penduduk dan ketersediaan lahan, dan berada dekat dengan bantaran sungai.(Harian Jogja)

YOGYAKARTA- Jajaran Bea dan Cukai Bandara Adisucipto Yogyakata berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis metamfetamine alias sabu seberat 2,6 kilogram atau senilai Rp5 miliar dari Malaysia. Barang haram itu dibawa seorang wanita bernama Sri Moetarini E, 37, warga Kelapa Dua, RT05/RW 03 Jakarta Barat,l Selasa (13 April). Sri Moertarini datang dari malaysia menumpang pesawat Air Asia nomor penerbangan AK-549 dari Kuala Lumpur dengan tujuan Yogyakarta, mendarat di Bandara Adiisucipto pukul 08.25 WIB. (Harian Jogja).

KEBUMEN- panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten kebumen terpaksa harus meminta bantuan personel ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menangani kasus dugaan Panwaslu ungkap politik uang pada pilkada setempat hingga tuntas. Pemilihan di Kebumen berlangsung Minggu (11 Maret diikuti empat pasangan calon yakni Rustriyanto-Y. Rini Kristiani (PDI Perjuangan), K.H. Muhammad Nashiruddin Al Mansyur-Probo Indartono (Partai Demokrat dan PKB), Buyar Winarno-Djuwarni (PPP, PAN, PKNU, dan Partai Gerindra), serta Poniman Kasturo-Nur Afifatul Khoeriyah dari Partai Golkar dan PKS.(Jawapos-Radar Semarang)

WONOSOBO- Jajaran satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo kemarin (13 April) meringkus germo bernama Ny. Slamet, 50, warga Wonosobo yang diduga telah menjual anak dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Korban adalah Mawar (bukan nama sebenarnya) 17, warga Dieng Kulon, Kecamatan batur, Banjarnegara dan bocah lelaki sebut saja Kumbang, 11, warga Kecamatan Garung, Wonosobo. Mawar dijadikan PSK, sementara Kumbang menjadi kurir penghubung pelanggan dengan PSK.(Jawapos Radar Kedu).

WONOSOBO- Upaya Pemkab Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian warga melalui Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) terus dilakukan. Setelah memberikan 6.000 izin secara gratis pada UMKM beberapa waktu lalu Pemkab telah menyiapkan 8.700 izin gratis lagi. (Jawapos Radar Kedu)

SEMARANG- Pemprov Jateng diprediksi akan mengandalkan pajak rokok untuk menutup potensi pendapatan akibat pemberlakukan UU 28/2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Berdasarkan UU PDRD beberapa pajak daerah di tingkat provinsi diserahkan kepada kabupaten/kota, sedangkan retribusi tingkat provinsi ada yang dihapus atau diserahkan ke kabupaten/kota.(Bisnis Indonesia Jateng & DIY)

SEMARANG- Raperda RTRW Jateng yang segera diusulkan ke Mendagri dinilai hanya formalitas karena tidak mencantumkan naskah kajian akademik. Waktu yang disediakan untuk konsultasi publik pun sangat singkat dan terburu-buru. Kajian akademik merupakan dasar rasionalisasi regulasi yang menjelaskan logika berpikir pasal-pasal di dalamnya. Bila dalam konteks Raperda RTRW maka naskah akademik untuk menjelaskan alasan kawasan tertentu ditetapkan sebagai daerah tambang, kawasan industri dan lainnya.(Bisnis Indonesia Jateng & DIY)

SEMARANG- Panitia pemilihan kecamatan (PPK) Mijen, Gunungpati dan Candisari hingga kemarin belum menerima formulir C6 (undangan untuk pemilih) padahal kebutuhan logistik Pilwalkot harus sudah diterima 15 April. Rencananya formulir C6 akan tiba di KPU Selasa ini (13 April) sehingga KPU bisa mendistribusikan ke kecamatan sesuai jadwal yang ditetapkan. Selanjutnya , imbuh dia, formulir C6 tersebut akan didistribusikan ke tiga PPK tadi hari ini sehingga bisa sampai ke KPPS pada H-3 atau selambat-lambatnya H-2. (Bisnis Indonesia, Jateng & DIY)

Read more...

Selasa, 13 April 2010

Satpol PP Tangkap Germo Penjaja Gadis

Wonosobo, CyberNews. Ny Slamet (50) salah seorang germo dan AR (12), bocah di bawah umur yang bertindak selaku kurir, Selasa (13/4), ditangkap petugas Satpol PP setelah menjual satu gadis, Fn (18). Identitas pelaku sebagai germo terbongkar, berdasar pengakuan korban dan kurir.

Kepala Satpol PP Wonosobo, Haryono melalui Kasi Penegakkan Perda, Marsudiyono mengatakan, saat patroli rutin Senin (12/4) malam, di halte Jl Pemuda sekitar pukul 23.00 WIB, petugas curiga ada dua orang berjalan mengenakan satu sarung. Keduanya, lantas diamankan ke pos Satpol PP. “Kami curiga, ada orang berjalan dalam satu sarung isinya empat kaki. Mereka kami temukan saat petugas tengah patroli rutin di depan SMP 1,” ujarnya, Selasa (13/4).

Korban diketahui berasal dari Kampung Srandil, Kelurahan Pegunungan, Kecamatan Pejawar, Banjarnegara. Sedangkan AR berasal dari Dusun Gandora, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Wonosobo.

Korban mengaku, secara kebetulan ditawari pekerjaan oleh Ny Slamet saat melintas di perempatan Kampung Seruni. Sebelumnya, korban bekerja di salah seorang keluarga di Seruni, merawat orang stroke. Sehari-hari korban yang hanya tamatan SMP ini diupah Rp 10.000, dan bila bermalam upahnya Rp 12.000. “Ikut saya saja, nanti saya kasih uang banyak. Yang penting nurut aja, kalau macam-macam nanti saya laporkan,” kata korban menirukan ucapan pelaku yang mengancam akan melaporkan dirinya karena berteman dengan polisi.

Marsudi menambahkan, pelaku sebenarnya sudah menjadi target operasi (TO). Dikatakannya, pelaku yang semula tinggal di depan Terminal Mendolo dan kini kos di kompleks stasiun itu kalau pagi pukul 09.00 sering mangkal di plasa. “Kalau malam mereka nongkrong di depan halte di Jl Pemuda. Pelaku sudah lama kami jadikan TO,” terangnya.

( Hartatik /CN14 )

Read more...

Minggu, 11 April 2010

Dua Desa Jadi Model Konservasi Kawasan Dieng

Wonosobo (ANTARA News) - Dua desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yakni Desa Buntu dan Kreo, Kecamatan Kejajar, menjadi model konservasi kawasan Dataran Tinggi Dieng yang saat ini kondisi lingkungannya rusak berat.

Bupati Wonosobo ASRI, Kholiq Arif di Wonosobo, Senin, mengatakan, desa model konservasi itu merupakan konsep memulihkan daya dukung kawasan dan sekaligus mencoba membantu meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat berbasis desa.

"Di Desa Buntu dan Desa Kreo tersebut terdapat empat pilar yang digali demi tujuan besar mengembalikan fungsi lindung dengan mengedepankan penguatan ekonomi produktif masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, pilar pertama diwujudkan dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) partisipatif yang berbasis kepada tata ruang desa.

Pilar kedua yaitu praktik pertanian ramah lingkungan di lahan milik warga yang diperluas dengan mengadopsi nilai lokal dan kesediaan mereka mengubah cara bertani intensif menjadi model pertanian terpadu.

Selain itu, katanya, pilar keempat berupa kemitraan pengelolaan hutan secara berkelanjutan sebagai suatu konsep yang rasional mengingat hampir semua desa di Kawasan Dieng memiliki areal hutan negara.

"Kesepahaman dan kerja sama pengelolaan dibangun antara Perhutani dengan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) setempat dengan prinsip kemitraan yang saling menguntungkan kedua pihak," katanya.

Pilar keempat, katanya, konsep badan usaha milik desa berbasis ternak sebagai model penguatan ekonomi produktif lokal yang menekankan semangat kebersamaan dan menggunakan pendekatan lingkungan sebagai basis pemikiran.

Ia mengatakan, empat pilar itu saling terkait.

Kelembagaan dan perencanaan partisipatif, katanya, memasukkan unsur pemulihan lingkungan, diimplementasikan dalam praktik pertanian ramah lingkungan baik di lahan milik maupun kerja sama pengelolaan hutan yang berprinsip kepada keseimbangan ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya.

Ia mengharapkan, Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) memberi solusi ekonomi sekaligus meningkatkan modal sosial masyarakat seperti kesediaan untuk berkorban dan kerelaan untuk berbagi demi kelestarian lingkungan serta peningkatan ekonomi secara kolektif.

Pilihan komoditas dalam BUMdes di Desa Buntu yaitu pembibitan akan menopang praktik peternakan masyarakat melalui jaminan benih ternak yang berkualitas sekaligus perlindungan plasma nutfah.

"Tidak menutup kemungkinan, apabila keempat pilar di atas bisa bersinergi secara positif, pilar kelima yaitu praktik pariwisata lingkungan akan tercipta dengan sendirinya," katanya.

Ia mengatakan, pemkab setempat akan mengangkat konsep tersebut menjadi salah satu butir rekomendasi rencana penyelamatan Dieng Tahun 2010-2014.

"Kami tawarkan konsep ini untuk diadopsi dalam program kerja Tim Pembina Penataan Kawasan Dieng (TPPKD) Provinsi Jawa Tengah," katanya. (H018/K004) Sumber Antara News

Read more...

Kerusakan Lingkungan Kawasan Dieng Memprihatinkan

Wonosobo (ANTARA News) - Gubernur Jateng Bibit Waluyo menilai, kerusakan lingkungan kawasan Dieng di Kabupaten Wonosobo ASRI sangat memprihatinkan sehingga harus segera dilakukan tindakan penyelamatan.

Masyarakat boleh menanam kentang, namun harus tetap menjaga lingkungan, katanya pada sarasehan dan temu wicara dengan masyarakat di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Wonosobo ASRI, Selasa malam.

"Kami tidak melarang masyarakat menanam kentang karena budidaya kentang menjadi penghidupan masyarakat di kawasan Dieng," katanya.

Ia mengatakan, akibat budidaya tanaman kentang tanpa menggunakan aturan, maka lahan menjadi kritis dan rawan terhadap bencana longsor.

Menurut dia, agar masyarakat tetap bisa menanam kentang dan lingkungan tidak semakin rusak, harus melakukan konservasi lahan dengan menanam tanaman keras di lahan yang kurang produktif.

"Masyarakat bisa menanam tanaman kopi, durian, aren dan lainnya di sela-sela tanaman kentang, misalnya di pematang terasering sehingga bisa menahan tanah," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat bisa mencontoh petani di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Temanggung, yakni dengan model tumpangsari.

"Kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing juga rusak akibat budidaya tanaman tembakau, tetapi petani tidak hanya menanam satu jenis tanaman sehingga justru memperoleh penghasilan tambahan di luar tanaman tembakau," katanya.

Ia mengatakan, dengan pola tumpangsari tersebut lingkungan akan lebih terpelihara dan secara ekonomi masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan.

Usai acara sarasehan dan temu wicara tersebut Gubernur Bibit Waluyo bersama rombongan bermalam di tenda yang telah disediakan di lapangan Desa Buntu. (H018/K004) Sumber antara.co.id

Read more...

Ditinggal ke Ladang, Satu Rumah Ludes Terbakar

Wonosobo ASRI, CyberNews. Satu rumah di Dusun Wadasputih RT 6 RW 3, Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Wonosobo ASRI, milik Muhadi (70), ludes terbakar, Sabtu (10/4) sekitar pukul 16.30 WIB.  Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja rumah beratap seng dan perabot elektronik tidak dapat terselamatkan. Kerugian akibat musibah itu ditaksir sekitar Rp 50 juta. Camat Kejajar, Prayitno mengatakan, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Tiga penghuni rumah, yakni Muhadi, istri dan anaknya tengah ke ladang.


Diduga saat ditinggal, bara api di tungku masih nyala. Berkat kesigapan warga sekitar, api tidak melalap salah satu pemukiman padat penduduk di dataran tingi Dieng tersebut. “Pemadaman tidak hanya dilakukan warga sekitar tapi juga dibantu warga Tieng, Jojogan, Patakbanteng dan Parikesit dengan alat seadanya,” ujarnya, Sabtu (10/4). Sementara ini korban mengungsi di rumah anaknya, yang masih berada dalam satu dusun. Sehubungan hal itu, bantuan dari kecamatan sudah disalurkan, berupa sembako, mie instan, dan biskuit.

Kapores Wonosobo ASRI, AKBP Yaved Duma Parembang melalui Kapolsek Kejajar, AKP Sujud menegaskan, musibah tersebut akibat faktor kelalaian. Keteledoran korban meninggalkan dapur dengan bara kayu dari tungku yang masih menyala akhirnya berakibat fatal. Dia mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati. Bila akan meninggalkan rumah, cek terlebih dahulu. “Pastikan api tungku atau kompor sudah dalam keadaan mati. Begitu pula dengan perabot elekronik, jangan sampai rumah ditinggal, seterika masih terhubung listrik,” tandasnya.

( Hartatik /CN14 )

Read more...

Mantan Kajari Wonosobo Ingin Didampingi Pengacara

Jakarta, CyberNews. Kejaksaan agung (kejagung) terus melakukan penyidikan terhadap mantan Kepala kejaksaan Negeri (kajari) Wonosobo, Edi Soetiyono yang disangka menjual 55 kapal nelayan yang dijadikan barang bukti kasus illegal fishing.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Marwan Effendy menuturkan, Kamis (8/4) lalu, Soetiyono berhalangan hadir untuk diperiksa tim penyidik karena beralasan sakit. Dia juga sedang menyiapkan penasehat hukum yang akan mendampinginya selama diperiksa.

"Dia juga datang ingin menyiapkan penasihat hukumnya, karena sudah diperiksa sebagai tersangka," ujar Marwan, di Jakarta, Jumat (9/4).

Menurut Marwan, Soetiyono merupakan kajari kedua yang diperiksa dalam kasus korupsi setelah Kajari Nabire, Papua.

Seperti diberitakan Suara Merdeka (19/3), Soetiyono dicopot dari jabatannya karena menjadi tersangka kasus korupsi, penjualan barang bukti 55 kapal nelayan. Kapal itu dijual tanpa prosedur lelang, kemudian uang hasil penjualan dikorup.

Kasus terjadi pada 2006-2007, saat Soetiyono menjabat Kajari Merauke, Papua. Selain dia, mantan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Merauke, Suparno, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah dicopot, Soetiyono untuk sementara dimutasikan menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, sedangkan Suparno menjadi jaksa fungsional di Kejagung.

( Wahyu Wijayanto /CN13 ) (http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/04/09/51512/Mantan-Kajari-Wonosobo-Ingin-Didampingi-Pengacara)

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP